Waspada Hyperandrogen Penyebab Jerawat yang Membandel pada Wanita

by - Jumat, Januari 19, 2018


Hallo Beautiesss... hari ini aku mau sharing mengenai Talkshow yang beberapa hari lalu aku hadiri yaitu "Discovery New Confidence" di acara ini Bayer menghimbau semua wanita Indonesia untuk waspada terhadap Hyerandrogen yang merupakan penyembab jerawat membandel pada wanita.


Talkshow ini diselenggarakan oleh Bayer dan Guesehat. Acara ini diadakan di Carpediem Restaurant & Bar Kemang. Acara semakin seru karena dr. Triwiji Nurdiastuti (Promec Clinic) hadir untuk sharing mengenai Hyperandrogen.


Di Indonesia, kasus hiperandrogen lebih banyak ditemui pada perempuan usia produktif antara 15-35 tahun. Kurang lebih sekitar 10 persen dari populasi perempuan tersebut yang mengalami hiperandrogen disertai dengan keluhan menstruasi yang dikenal dengan sindrom ovarium polikistik. Pada perempuan, hiperandrogen dapat dikenali setidaknya melalui beberapa gejala klinis. Gejala-gejala tersebut di antaranya adalah peradangan kulit bagian atas, tumbuhnya rambut pada bagian tubuh perempuan yang tak biasa, serta kebotakan yang diawali dengan rambut rontok. 


Selain itu, hiperandrogen pada perempuan juga dapat menyebabkan jerawat parah yang dikenal sebagai nodul atau jerawat dengan peradangan yang dalam dan luas serta kista yang merupakan kumpulan dari nodul. Jerawat-jerawat ini timbul karena hormon androgen yang berlebih menyebabkan kulit perempuan memproduksi sebum atau minyak yang berlebih. Produksi sebum berlebih ini kemudian akan menutup folikel kulit yang terbuka. Mengingat sebum atau minyak merupakan media yang ideal bagi bakteri, penumpukan sebum akan meningkatkan jumlah bakteri acne dan kemudian menyebabkan peradangan atau jerawat.


Penelitian menunjukkan bahwa hyperandrogen atau kelebihan hormon androgen, dapat mempengaruhi 10-20 persen perempuan pada usia produktif. Dalam tubuh wanita terdapat hanya 2 persen androgen bebas. Jika kadar ini meningkat maka dapat menimbulkan masalah bagi wanita, salah satunya yang tampak jelas adalah gangguan jerawat dengan derajat sedang hingga berat. Sementara itu terapi untuk jerawat karena Hiperandrogen-Antiandrogen yang umumnya merupakan jerawat dengan derajat yang berat, dimana androgen memberikan stimulus untuk produksi sebum. Sehingga untuk mengatasi penyebab timbulnya jerawat hiperandrogen ini maka seorang wanita harus mencari cara untuk mengatasi keadaan hormon androgen yang berlebih. Dalam hal ini diketahui bahwa kontrasepsi oral bekerja dengan melakukan regulasi hormon dalam tubuh (estrogen, progesterone dan androgen), mencegah efek hormon androgen pada kulit dan akhirnya akan mengurangi produksi sebum atau minyak. Hal ini sangat efektif sebagai terapi acne hyperandrogen dan pengaturan kelenjar minyak pada wanita



Dalam jangka panjang, hiperandrogen pada perempuan obesitas juga dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, hipertensi infark miokard. Selain itu, kondisi resistensi insulin yang menyebabkan hati tak dapat memproduksi banyak protein pengikat androgen juga dapat berujung pada diabetes jika dibiarkan. Hiperandrogen ini juga dapat menyebabkan perempuan sulit hamil jika tidak ditangani. Jadi buat kalian yang mengalami gejala-gejala klinis tersebut aku saranin untuk cek atau konsultasi ke dokter hormon. Aku senang banget bisa mengetahui banyak hal dari talkshow ini dan bikin aku jadi lebih aware dengan Hyperandrogen. last but not least buat kamu yang suka baca artikel tentang kesehatan yuk kunjungi Guesehat.com sekarang.


Thank you for reading



You May Also Like

0 komentar